Translate

Jumat, 29 Maret 2013


Halo semua! Apa kabar? 

Mau sedikit berbagi nih, ada yang sedikit membuat gue terharu hari  ini :’)
Barusan gue iseng masuk eks-kamar gue di rumah untuk mencari sesuatu (kamar ini sekarang sudah beralih fungsi menjadi gudang tambahan :”D, dan setelah menemukan barang yang gue cari, tiba-tiba setelah gue menyibak sebuah tirai gue melihat sesuatu yang membuat gue terpana!

Tenang..bukan tuyul atau jin beranak seperti di film Suzanna kok :”D

Yang gue lihat tidak lain dan tidak bukan adalah: Tas kertas putih berukuran sedang yang penuh bertuliskan huruf-huruf kanji (yang sampai sekarang gue pun belum tahu artinya apa hahaha). Dan ya Ampun, ini tas kesayangan gue banget! Tas ini punya sejuta memori indah yang akan selalu gue kenang sepanjang masa! Tas ini mengingatkan gue pada 15 hari di bulan Desember tahun 2009; masa-masa pertukaran pelajar waktu AFS saat SMA dulu. Tanpa pikir panjang lagi, dengan penuh haru biru gue membuka tas kertas berkarakter kanji itu :”””””D

Dan SubhanAllah, semuanya masih lengkap! Satu set baju semi-yukata hadiah dari host mom, hadiah-hadiah dari teman-teman di SMA Maruoka, SMA tempat gue sekolah selama 6 hari dulu. Boarding Pass, kartu hotel, brosur tempat wisata, foto-foto bersama host family, teman-teman, kertas origami, COKLAT (yang pastinya sekarang sudah kadaluwarsa dong hahaha), mini-bento-set, beberapa oleh-oleh yang belum sempat gue berikan (parah banget!hahaha), dan SURAT! Yaps, surat.

Gue jadi ingat salah satu kebiasaan orang-orang Jepang yang sangat gue kagumi. Mereka suka banget memberikan purezento/hadiah ke orang-orang (atau at least orang baru/tamu karena gue kebanjiran hadiah hehehe). Purezentonya mulai dari coklat (yang sampai sekarang gue putuskan untuk tidak memakannya sebagai kenang-kenangan :”D), permen karet, buku Komik (gue dikasih komik Doraemon donggg, rupanya kefanatikan gue sama Doraemon sudah sebegitu legendarisnya di sekolah :”D), gantungan HP, sampai bento-set. Astaga hadiah bento-set Rilakkuma ini yang paling terkenang banget sampai sekarang, tadi pun waktu melihatnya lagi gue memerlukan senyum-senyum sendiri :””D. FYI, bento-set Rilakkuma ini dihadiahkan oleh seorang siswa senior cowok di SMA gue, dan sayangnya, ganteng, ramah, dan sopan ga ketulungan..HAHAHA pantes paling diingat! #tempelengdirisendiri

Tapi tenang bukan bento-set Rilakkuma itu kok yang paling bikin gue terharu. Yang paling bikin gue terharu adalah waktu membaca surat-surat yang ditulis untuk gue. Astaga, kebiasaan orang Jepang untuk menulis surat buat tamu-tamu mereka ini membuat mereka minta dipeluk banget sih! :”D

Mereka tidak pernah malu menulis hal-hal yang emosional atau melankolis di surat, bahkan mereka memberikan suratnya langsung kepada kita di hari-hari terakhir pertemuan dan mempersilakan kita untuk membacanya di tempat. Tentu saja hal ini sukses membuat gue menangis terharu waktu membaca beberapa surat, terutama surat dari Okaasan dan Anna-chan (host Mom dan host sister gue waktu homestay di Fukui).

Ohiya, anak muda Jepang suka banget purikura!! Purikura adalah semacam photobox ++. Kenapa gue bilang plus-plus, karena berbeda dari photobox di Indonesia, Purikura di Jepang punya efek dramatis yang membuat siapapun yang foto didalamnya jadi terlihat lebih cantik dan ganteng (ini serius lho :”D). Sepertinya mereka punya teknologi face detector atau apapun itu sehingga tiba-tiba mata kita terlihat seperti memakai eyeliner tebal, bibir mengkilap bak pake lipstik, pipi halus dan lainnya. Sukses banget membuat gue yang culun waktu SMA terlihat lebih kece :”D

Berkaitan sama kebiasaan mereka menulis surat, banyak yang juga memasukkan purikura mereka ke dalam surat. Ide bagus sih untuk memastikan si penerima surat akan ingat selamanya sama pemberi surat.

Nah untuk menutup posting ini gue mau mencantumkan beberapa kalimat di surat-surat favorit gue. Parah, surat dari orang ini sukses membuat gue bertekad selapis baja (#5CMstyle) untuk kembali ke Jepang dan bertemu mereka :”D
Ya Allah berikan hamba waktu dan kesempatan untuk kembali kesana, aamiin :”)

1. “How about Hayashi ‘s home? How about the meal? Were you able to sleep well? Though I wanted to hear it a lot, I could not talk and listen in English. I’m sorry..
Please grant a dream to become a doctor. I pray in spite of being a shade, Fatima is all right.
-sepenggal surat dari Okaasan (host Mom gue, astagaaa..gue baru sadar rupanya sebegitu khawatir dan concernnya beliau sama gue waktu gue tinggal di rumahnya. Beliau memang gue akui tidak fasih berbahasa Inggris sama sekali, tapi gue tahu beliau sangat berusaha untuk membuat gue nyaman di rumah sederhananya. Gue jadi suka tertawa sendiri kalau ingat bagaimana dulu gue berkomunikasi sama keluarga dan teman-teman disana –CAMPURSARI banget hahaha! Sepatah kata Inggris sepatah kata Jepang, tanpa grammar tentunya hahaha. Eh tapi mungkin usaha gue untuk sebisa mungkin berkomunikasi dengan mereka ini mereka sambut dengan sangat baik lho. Di akhir periode homestay meskipun culun gue jadi exchange student yang paling banyak dapat surat, bahkan bila dibandingkankan bule-bule Australia yang cantik dan ganteng sesame exchange student satu sekolah. Waktu gue iseng tanya ke Anna-chan, itu katanya mungkin karena mereka tidak merasa takut berinteraksi dan berbicara sama gue, yang menurut mereka cukup mengerti bahasa Jepang dan artis-artis Jepang. (padahal PLIS BANGET gue cuma   selalu bilang Ohayou atau Konnichiwa, atau Arigatou, atau tersenyum sambil mengangguk-angguk bilang Daijobu kalau ada teman-teman yang sedang berusaha menyampaikan sesuatu ke gue sampai desperate hahaha :”D). Dan soal surat host Mom gue yang mendoakan gue jadi dokter, gue bahkan lupa kapan gue pernah berbicara soal itu ke beliau..terharu :”D

2. Surat dari Anna-chan (yang penuh purikuranya hahaha)
I am very sad when I think it to be parting with you in present days. I had Fatima and a lot of talks for these days and was very fun. If there is the opportunity when Fatima comes to Japan again, please come to my house. I wait anytime.”
-sepenggal kalimat dari suratnya Anna-chan. Parah host sister gue yang satu ini bikin kangen banget! Gue jadi inget hari-hari di rumah keluarga Hayashi yang sering gue habiskan begadang malam-malam untuk mengobrolkan apapun (See, we can chat a lot! Meskipun bahasa Inggris doi dan bahasa Jepang gue dangdut hahaha).

Ya Allah izinkan aku menulis cita-citaku disini: suatu saat aku akan ke Jepang lagi! Aamiin :”)

Tidak ada komentar: